Sbmptn 2017, pelipur lara

Setelah meloncati snmptn yang tidak bisa daftar, aku menyiapkan segalanya untuk SBMPTN.

Ternyata tahun ini ada perubahan jadwal sbmptn, yakni sbmptn jadi tanggal 16 Mei, sedangkan beberapa tahun yang lalu biasanya akhir Mei.

Sungguh waktu yang mepet, mengingat start fokus aku belajar pada sbmptn adalah setelah Un Sma. Dengan jarak waktu plus minus 1 bulan, aku dituntut untuk menguasai materi2 sbmptn.

Beruntung bagiku karena awal2 kelas 12, aku sudah memfasilitasi diri untuk mengenal soal2 sbmptn, jadi meski soalnya susah, tetapi masih dalam batas kewajaran dalam skala kemampuanku.

Hari pertama pembukaan pendaftaran sbmptn, aku langsung mendaftar dan memilih untuk mengikuti ujian CBT.
Cetak kartu kulakukan sehari setelahnya seusai konsultasi pemilihan jurusan dengan orang tua.

Inilah pilihanku
1. EKIS UA
2. AKUN UA

Sebenarnya aku tak peduli dengan urutan pemilihan jurusan, karena fokusku hanya di Pil. Pertama.

Intensif sbmptn kulakukan dengan ikut LBB yang punya jadwal les setiap hari, dengan libur les ketika ada libur nasional. Sangat bermanfaat, aku berusaha terbiasa dengan soal2 sbmptn dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi dari biasanya, ditambah dengan rajin2 ikut tryout sbmptn internal di tempat les. Alhamdulillah grafik hasil tryout naik, dari awal 30-an jadi 40-an.

Sbmptn cbt soshum lokasi di Unesa Ketintang

Kemaren agak kurang beruntung pas sesi TKPA, dapat komputer dengan mouse yg agak lecek, jadi kalo jawab perlu kesabaran dengan klik berkali2.

Konsul ke pengawas katanya stok mouse udah dipakai semua, yaudah, akhirnya minta sama pengawas sesi selanjutnya mouse di ganti. Alhamdulillah mousenya diganti, sesi soshum berjalan lancar, dan alhamdulillah pengawasnya baik, karena ada juga peserta lain yang PCnya tiba2 mati, tapi diberi kompensasi oleh pengawas dan teknisi untuk diberi tambahan waktu dan pindah PC yang lain.
Jazaakallahu khairan katsiraa.

Sadar diri

Bismillah

Allah SWT berfirman:

وَيَقُوْلُوْنَ مَتٰى  هٰذَا الْفَتْحُ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
“Dan mereka bertanya, Kapankah kemenangan itu (datang) jika engkau orang yang benar?”
(QS. As-Sajdah 32: Ayat 28)

قُلْ يَوْمَ الْفَتْحِ لَا يَنْفَعُ  الَّذِيْنَ كَفَرُوْۤا اِيْمَانُهُمْ وَلَا هُمْ يُنْظَرُوْنَ
“Katakanlah, Pada hari kemenangan itu, tidak berguna lagi bagi orang-orang kafir keimanan mereka dan mereka tidak diberi penangguhan.”
(QS. As-Sajdah 32: Ayat 29)

فَاَعْرِضْ عَنْهُمْ وَانْتَظِرْ اِنَّهُمْ مُّنْتَظِرُوْنَ
“Maka berpalinglah engkau dari mereka dan tunggulah, sesungguhnya mereka (juga) menunggu.”
(QS. As-Sajdah 32: Ayat 30)

Tafsir di atas adalah versi KEMENAG.

Asbabun nuzul-nya:

“dan mereka bertanya: “Bilakah kemenangan itu (datang) jika kamu memang orang-orang yang benar?”
Katakanlah: “Pada hari kemenangan* itu tidak berguna bagi orang-orang kafir, iman mereka dan tidak pula mereka diberi tangguh.”
(as-Sajdah: 28-29)

*Hari kemenangan ialah hari kiamat, atau kemenangan dalam perang Badar, atau penaklukan kota Makkah

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Qatadah bahwa para sahabat berkata: “Sesungguhnya hari untuk beristirahat dan bersenang-senang telah mendekat kepada kami.” Berkatalah kaum musyrikin: “Bilakah kemenangan itu, sekiranya kalian benar?” maka turunlah ayat tersebut (as-Sajdah: 28-29) sebagai penegasan kepada mereka bahwa pada waktu itu keimanan tidak akan berfaedah bagi orang-orang kafir.

Sumber: Asbabun Nuzul, KHQ Shaleh dkk

Jazaakallahu khairan katsiraa.

Ayo Jujur!

Tidak ada yang mustahil jika semua dilalui dengan kejujuran, sesungguhnya Allah menyukai hambanya yang jujur lagi sabar terhadap segala permasalahan hidup.

Kejujuran adalah salah satu komponen penting untuk membangun karakter sebuah bangsa, sebuah generasi emas yang dapat memberi perubahan dalam setiap tatanan masyarakat.

Yakinlah bahwa kejujuran akan menghasilkan akhir yang baik.

Yakinlah bahwa kejujuran bernilai lebih tinggi daripada uang.

Yakinlah dengan kejujuran engkau bisa mendapatkan tempat terdekat di sisi Allah SWT.

Jazaakallahu khairan katsiraa.

Petunjuk hanya dari Allah

Allah SWT berfirman:

هٰذَا بَصَآئِرُ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّقَوْمٍ يُّوْقِنُوْنَ
“(Al-Qur’an) ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.”
(QS. Al-Jasiyah: Ayat 20)

Jazaakallahu khairan katsiraa.